Kamis, Januari 14, 2016

Meniliti Jurusan Teknik Lingkungan lebih Dekat



Meniliti Jurusan Teknik Lingkungan lebih Dekat
Update 2016-01-14
Daftar Isi
A.Intro Serba-Serbi Teknik Lingkungan
B.  Teknik Lingkungan Secara Keseluruhan
C.  Kesimpulan
D.  Pesan
Daftar Pustaka

A.Intro Serba-Serbi Teknik Lingkungan

Apa itu teknik lingkungan? Bagi sebagian orang pasti bingung mendengar jurusan ini di perguruan tinggi. Pernah saya ketemu sama teman di jurusan lain di satu universitas nanya “eh kamu jurusan apa? Kok ga pernah nampak lagi setelah SMA?” dan saya jawab “di teknik lingkungan bro”. Dia heran “teknik lingkungan? Ada yang jurusan itu  disini?” dan saya pun hanya senyum senyum saja. Yah bagi anak SMA juga jangan mikir ini jurusan yang ga penting. Salah kamu mikir seperti itu soalnya kamu ga bakal rugi masuk di jurusan ini.

Yah nama ini masih belum banyak terdengar oleh masyarakat sekitar. Tapi jangan sangka jurusan ini ga populer. Salah! Jurusan ini adalah jurusan yang paling banyak dibutuhkan saat ini. Sesuai namanya teknik lingkungan pasti berhubungan dengan lingkungan. Apa yang pertama kali kita pikirkan yang saat ini lagi ngetren? mungkin pemanasan global dan efek rumah kaca. Memang itu merupakan salah satu masalah lingkungan yang terjadi saat ini tapi banyak lagi seperti permasalahan persampahan, pencemaran udara, banjir, perubahan iklim, limbah industri, konservasi sumber daya alam, perlindungan hukum lingkungan dan lain-lain.

Teknik lingkungan itu merupakan suatu rekayasa lingkungan yang nantinya nyaman ditinggali untuk manusia dan hewan dan tumbuhan. Berasal dari kata teknik yaitu merekayasa dan lingkungan dalam artian lingkungan dunia atau dalam kata sempitnya environment atau lingkungan tempat kita tinggal. Jadi, apa aja yang terpikirkan kalau mengubah lingkungan tempat tinggal kita? Hmm belum terbayang ya.

Saya kasih contoh deh. Hal sederhana saja. Anda punya masalah dengan sampah disekitar?. Barangkali menurut anda biasa sampah berserakan di sekitar jalan. Padahal Tidak!!, itu terjadi karena kita telah membiasakan diri untuk membuang sampah sembarangan. karena melihat yang lain buang sampah di jalan, selokan dan tempat tempat lain kita jadi ikut-ikutan. Walaupun sepele bayangkan jika ada 100 orang yang membuang sampah seperti anda di satu tempat?  Bisa-bisa jadi tempat pembuangan sampah baru (dibaca:kebiasaan). Sadarlah kawan dizaman apa kita sekarang? Jangan sampai kita mempertahankan kebiasaan kita yang buruk kawan. Memang apa salahnya menyimpan sampah di tas atau kantong plastik kita sampai kita menemukan tong sampah?. Gengsi? Takut kotor? Jijik? Malu? Tak terpkir? Come on, ayolah kita (dibaca:bangsa Indonesia) perlu sadar kita bahwa kita sendiri tidak mencintai negeri ini tapi kita sering menggembor-gemborkan  “I love Indonesia”  ==”  saya sendiri malu melihatnya.

Mari kita kembali kemasalah buang sampah itu tidak hal sepele. Filter rokok yang kita buang itu saja perlu 10-12 tahun untuk dapat terurai sempurna, kantong plastik sekarang juga perlu 10-20 tahun untuk dapat terurai sempurna. Berapa banyak orang yang membeli rokok dan kantong plastik dan membuangnya begitu kegunaannya habis?. Jadi ayolah kawan kita pikir bagaimana cara kreatif untuk membuat kata “ I love Indonesia” benar-benar love. Not word but action we need :D. Maaf kalau saya menggunakan kata yang tidak sopan tapi yaa itulah kondisi yang saya lihat sendiri. Oke kita balik ke masalah teknik lingkungan.